Semua orang pasti punya
mimpi. Tidak hanya satu mimpi, tapi dua, tiga, bahkan ratusan mimpi yang ingin
dicapai. Mimpi bukanlah sesuatu yang tidak layak untuk dimiliki. Kita
membutuhkan mimpi dalam hidup, agar kita tahu untuk apa kita hidup, apa yang
harus dilakukan selama hidup, dan bagaimana takdir kita. Kita punya mimpi, itu
bukan sebuah kesalahan. Mimpi mimpi itu –walau sudah berhasil diraih- akan
selalu ada di dalam hati dan benak kita, sang pemilik mimpi. Akan selalu ada
usaha untuk meraihnya, pun saat kita menyatakan untuk menyerah –menyerah pun
dianggap sebagai sebuah usaha dalam pencapaiannya.
Menyerah. Pada titik
kulminasi hidup, setiap nyawa pasti pernah berpikir “Sudahlah. Aku menyerah
saja.” Walau tidak ada niat untuk bunuh diri –frustasi karena usahanya selalu
gagal- tapi kepasrahan pada takdir selalu saja mengikuti kemana hati dan
pikiran ini menuju –meski hanya secuil. Menyerah dan realistis hanya beda
tipis. Pada akhirnya kita semua akan tahu, mana yang nyata di depan mata, dan mana
yang hanya sekedar bunga tidur semata.
Kembali pada mimpi. Setiap
mimpi selalu membawa sebuah daya misterius yang secara kasat mata terlihat
negatif, tetapi sebenarnya menunjukkan pada kita –sang pemilik mimpi- kemana
kaki harus melangkah menuju takdir dan mimpi itu sendiri. Kita akan dengan
sekuat tenaga berusaha untuk meraihnya, mencoba berbagai daya dan upaya.
Begitu besar kekuatan yang
dikeluarkan, hingga tanpa sadar, seluruh alam semesta bersatu padu membantu
kita dalam mencapai mimpi kita.
Alam semesta punya caranya, itu rahasia Langit.
Kita tidak perlu tahu bagaimana Langit memberikan sumbangsihnya. Kita hanya
perlu terus berusaha mewujudkannya dengan cara yang memang pantas dilakukan.
Biarkan semesta melakukan dengan pilihannya. Toh suatu saat nanti, aku yakin
keduanya –caraku dan Langit- akan bertemu, berjalan bersama, saling beriringan
dalam meraih mimpi-mimpi itu. Menggenggem semua mimpi yang pernah kita miliki.
Saat kamu memimpikan untuk
bisa melihat dunia, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk melakukannya, hingga
melupakan apa yang sudah kamu miliki bahkan lupa mengucap syukur pada Sang
Langit. Jika kamu tidak bisa melihat dunia, maka biarkan dunia yang melihatmu.
Biarkan dunia mengakui keberadaanmu dengan semua usaha dan peluh yang telah
kamu teteskan dalam menggapainya. Biarkan dunia percaya bahwa kamu bisa
dipercaya untuk menggenggamnya.
Jangan pernah takut bermimpi. Karena dengan bermimpi,
kamu akan merasa lebih hidup. Kamu akan lebih berharga di hidupmu sendiri.
Karena dengan bermimpi, hidupmu menjadi lebih terarah dan terasah. Karena
dengan bermimpi, sekarang kamu punya tujuan yang pasti untuk menemui takdirmu.