Udah lama banget aku pengen cerita tentang pengalaman
ku di Tanah Papua, tapi apalah daya. Niat sih pake banget, udah bulet tuh
malahan sebulet telor bebek (lonjong donk?!). Yah, namanya juga manusia. Suka
labil dan lebih nggedein males nya. Jadi baru sekarang kesampean buat nulis nya.
Sebelumnya, aku kasih tau dulu nih gimana ceritanya aku bisa nyangkut sampe di Papua
sana.
Ok!
Ok!
Singkat cerita, aku ikut
berpartisipasi dalam program pemerintah yang namanya SM-3T atau
kepanjangannya Sarjana Mendidik di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Aku menjadi salah satu peserta SM-3T angkatan IV alias periode 2014-2015. Dari namanya aja udah jelas banget tuh, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Jadi udah pasti aku bertugas mendidik dan mengajar murid-murid di daerah terpencil di Indonesia. Nah, salah satu daerah sasaran SM-3T adalah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
kepanjangannya Sarjana Mendidik di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Aku menjadi salah satu peserta SM-3T angkatan IV alias periode 2014-2015. Dari namanya aja udah jelas banget tuh, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Jadi udah pasti aku bertugas mendidik dan mengajar murid-murid di daerah terpencil di Indonesia. Nah, salah satu daerah sasaran SM-3T adalah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
Sekilas info tentang Kab. Raja
Ampat.
Kabupaten ini merupakan
salah satu kabupaten pemekaran baru di provinsi Papua Barat. Raja Ampat sendiri
termasuk daerah kepulauan dengan empat pulau besar dan puluhan pulau kecil. Selain
itu, Kabupaten Raja Ampat dibagi menjadi dua bagian yaitu Raja Ampat bagian
Utara dan Raja Ampat bagian Selatan. Hmm, dan aku ditugaskan di sebuah pulau
kecil di wilayah Raja Ampat bagian Selatan. Dimana pulau itu kalo dilihat di
peta topografi gak bakalan ada, bahkan di Google
Maps terlihat seperti titik kecil yang tak berarti dan tak bernama (kasihan
banget sih L).
Eits. Pulau tugas ku sebenarnya
punya nama. Orang Biak Numfor sebagai nenek moyang masyarakat di Raja Ampat, menamakan
pulau itu sebagai Pulau Meos Aibu atau lebih dikenal dengan nama Pulau Dibalal.
Pulau ku ini punya sejarah panjang yang menarik. Tapi aku tidak akan menceritakannya
di bagian ini. Sejarah tentang Pulau Dibalal akan aku paparkan di bagian lain
dari tulisanku. Aku biarkan kalian penasaran (asal jangan sampe mati penasaran
yaa. Hehe..).
Pulau Dibalal.
Sebuah pulau yang menjadi
saksi nyata dari sepenggal kisah perjalanan hidupku. Ribuan cerita menarik telah
aku torehkan disini. Akan aku tuliskan semua cerita itu. Dari mulai cerita
konyol, sedih, horror, hingga kisah cinta ada disini. Pengalaman hidup yang dramatik
dan penuh keajaiban aku alami di pulau ini. Satu dari jutaan kepingan
perjalanan hidupku. Sebuah kisah yang sarat akan kejutan dan penuh makna
kehidupan. Aku bagikan untuk kalian semua.
Aku merasa sangat bahagia sekaligus bangga jika bisa berbagi kisah dengan
teman-teman semuanya. Semoga kalian dan kita semua bisa mengambil
pelajaran-pelajaran berharga yang ada dalam tulisanku ini. Dan semoga kalian
terhibur. Aamiin.
***