Jumat, 17 Juni 2016

jangan salahkan perbedaan

Banyak orang memandang sebuah perbedaan sebagai suatu penghalang dalam hidup mereka. Setiap orang boleh mengkotak-kotakkan perbedaan, dari perbedaan yang sangat tidak bermakna sekalipun. Tidak ada yang salah dengan perbedaan, pun tidak perlu mempermasalahkannya. Karena setiap perbedaan punya ritme masing masing.
Ada satu kata kata bijak yang aku ingat , dan aku menyukainya.


”dunia tidak akan menjadi indah dan berwarna jika semuanya sama.”

Entah siapa orang yang pertama kali mengatakan kalimat itu, hingga begitu besar mempengaruhi banyak manusia di bumi. Kalimat itu sederhana –sangat sederhana malah- tapi punya rasa yang begitu dalam didalamnya. Bagiku, kalimat itu tidak hanya ‘bijak’ tetapi juga bernilai.

Coba saja bayangkan, jika setiap bangunan –tembok, pagar, tiang, atap- dicat dengan warna yang sama di seluruh penjuru dunia, warna putih misalkan. Apa pendapatmu? Atau bagaimana jika semua jenis bunga punya bentuk dan warna yang sama, merah misalkan? Cantikkah mereka?
Mana yang lebih indah menurut kalian, bangunan yang berbeda beda warna cat dan bunga yang berbeda beda bentuk dan warna, ataukah mereka yang serba sama?
Pembuktian sederhana dari ungkapan bijak itu. Hanya karena semua sama, mata kita tidak mendapatkan haknya secara sempurna –melihat keindahan dunia. Hanya karena semua sama, akal pikiran kita tidak bekerja semestinya –memunculkan ide kreatif. Dan hanya karenanya, Tuhan memutuskan untuk memberikan pembeda pada setiap karya-Nya.

Seharusnya, kita tidak menyalahkan perbedaan hingga melukisnya dengan tinta keburukan. Kita tidak bisa begitu saja mengkambing hitamkan perbedaan. Karena sangat tidak pantas mempersalahkan takdir Tuhan.

Perbedaan itu sederhana.

Dimana ada beda, disitupun ada sama. Tidak ada yang sama persis di dunia ini. Seorang bayi kembar identik pun tetap memiliki perbedaan. Aku yakin, beberapa diantara kalian tidak sepakat denganku. Bagi kalian, kesamaan yang sangat, itu ada. Tidak apa. Karena ketidak sepakatan kalian terhadap pendapatku, itu justru membuktikan bahwa perbedaan akan selalu ada, selalu mendominasi, dan selalu saja sederhana.
Tuhan memberikan kepada kita sebuah perbedaan agar kita –manusia- bisa menggunakan dengan layak pikiran dan hati nurani yang telah Dia berikan hanya pada manusia. Berpikir dengan jernih, merasakan apa dan bagaimana sesuatu bisa terjadi, lalu kemudian mempertimbangkan segalanya. Tuhan tidak mengharapkan kita salah dalam memahami maksud-Nya atas perbedaan itu sendiri.

Tuhan itu baik.

Dia menginginkan kita agar terus belajar menyikapi perbedaan. Dia ingin agar kita selalu menghargai perbedaan karena perbedaan tidak salah, tidak pernah salah. Yang membuat sebuah perbedaan ‘terlihat’ salah adalah cara pandang kita terhadapnya dan terhadap Tuhan.
Saat kita menganggap perbedaan menjadi sebuah alasan datangnya hal hal buruk dalam hidup kita, maka perbedaan itu akan menjadi salah di mata kita. Selamanya akan salah. Lain halnya jika kita memandang sebuah perbedaan sebagai suatu usaha Tuhan untuk memperindah hidup kita, perbedaan yang ada akan jauh dari prasangka ‘salah’.

Perbedaan itu sederhana, selalu sederhana.

Sesederhana bagaimana kita menjadikannya bagian dari kebaikan diri kita hingga memberikan kebahagiaan hidup bagi setiap makhluk-Nya yang bernyawa.
Tuhan berharap kita menjadi makhluk yang pandai bersyukur dengan cara menghadirkan perbedaan, untuk dijadikan alasan kita mendapatkan warna yang indah di kehidupan kita.

“Dunia ini tidak akan indah dan berwarna jika semuanya sama. Karenanya, tidak akan ada warna pelangi saat gerimis telah usai membasahi bumi. Tidak akan ada rasa tulus di hati manusia. Dan tidak akan pernah ada keseimbangan di alam semesta.”






May 12th 2016, 15.16