Banyak orang memandang sebuah perbedaan sebagai
suatu penghalang dalam hidup mereka. Setiap orang boleh mengkotak-kotakkan perbedaan,
dari perbedaan yang sangat tidak bermakna sekalipun. Tidak ada yang salah
dengan perbedaan, pun tidak perlu mempermasalahkannya. Karena setiap perbedaan
punya ritme masing masing.
Ada satu kata kata bijak yang aku ingat , dan
aku menyukainya.
”dunia tidak akan menjadi indah dan berwarna jika semuanya sama.”
Entah siapa orang yang pertama kali mengatakan
kalimat itu, hingga begitu besar mempengaruhi banyak manusia di bumi. Kalimat
itu sederhana –sangat sederhana malah- tapi punya rasa yang begitu dalam
didalamnya. Bagiku, kalimat itu tidak hanya ‘bijak’ tetapi juga bernilai.
Coba saja bayangkan, jika setiap bangunan
–tembok, pagar, tiang, atap- dicat dengan warna yang sama di seluruh penjuru
dunia, warna putih misalkan. Apa pendapatmu? Atau bagaimana jika semua jenis
bunga punya bentuk dan warna yang sama, merah misalkan? Cantikkah mereka?
Mana yang lebih indah menurut kalian, bangunan
yang berbeda beda warna cat dan bunga yang berbeda beda bentuk dan warna,
ataukah mereka yang serba sama?
Pembuktian sederhana dari ungkapan bijak itu. Hanya
karena semua sama, mata kita tidak mendapatkan haknya secara sempurna –melihat
keindahan dunia. Hanya karena semua sama, akal pikiran kita tidak bekerja
semestinya –memunculkan ide kreatif. Dan hanya karenanya, Tuhan memutuskan
untuk memberikan pembeda pada setiap karya-Nya.
Seharusnya, kita tidak menyalahkan perbedaan hingga melukisnya dengan
tinta keburukan. Kita tidak bisa begitu saja mengkambing hitamkan perbedaan.
Karena sangat tidak pantas mempersalahkan takdir Tuhan.
Perbedaan itu sederhana.
Dimana ada beda, disitupun ada sama. Tidak ada
yang sama persis di dunia ini. Seorang bayi kembar identik pun tetap memiliki
perbedaan. Aku yakin, beberapa diantara kalian tidak sepakat denganku. Bagi
kalian, kesamaan yang sangat, itu ada. Tidak apa. Karena ketidak sepakatan
kalian terhadap pendapatku, itu justru membuktikan bahwa perbedaan akan selalu
ada, selalu mendominasi, dan selalu saja sederhana.
Tuhan memberikan kepada kita sebuah perbedaan agar kita –manusia- bisa
menggunakan dengan layak pikiran dan hati nurani yang telah Dia berikan hanya
pada manusia. Berpikir dengan jernih, merasakan apa dan bagaimana sesuatu bisa
terjadi, lalu kemudian mempertimbangkan segalanya. Tuhan tidak mengharapkan
kita salah dalam memahami maksud-Nya atas perbedaan itu sendiri.
Tuhan itu baik.
Dia menginginkan kita agar terus belajar menyikapi
perbedaan. Dia ingin agar kita selalu menghargai perbedaan karena perbedaan
tidak salah, tidak pernah salah. Yang membuat sebuah perbedaan ‘terlihat’ salah
adalah cara pandang kita terhadapnya dan terhadap Tuhan.
Saat kita menganggap perbedaan menjadi sebuah alasan datangnya hal hal
buruk dalam hidup kita, maka perbedaan itu akan menjadi salah di mata kita.
Selamanya akan salah. Lain halnya jika kita memandang sebuah perbedaan sebagai
suatu usaha Tuhan untuk memperindah hidup kita, perbedaan yang ada akan jauh
dari prasangka ‘salah’.
Perbedaan itu sederhana, selalu sederhana.
Sesederhana bagaimana kita menjadikannya bagian
dari kebaikan diri kita hingga memberikan kebahagiaan hidup bagi setiap
makhluk-Nya yang bernyawa.
Tuhan berharap kita menjadi makhluk yang pandai
bersyukur dengan cara menghadirkan perbedaan, untuk dijadikan alasan kita
mendapatkan warna yang indah di kehidupan kita.
May 12th 2016, 15.16