Asal kamu tahu saja, aku masih sangat menyayangimu
hingga hari ini.
# # #
Hatiku kembali
merasakan sesak pagi ini, sesaat setelah rindu menyerang dengan hebatnya. Rindu
kerap membuat waktu serasa berhenti berputar. Jam di tangan seperti bergerak
melambat seolah kehilangan dayanya. Hingga rasa sesak yang kurasa seakan tak
mau pergi, ikut berhenti bersama waktu, terus menusuk dan membuatku ngilu.
Hanya rindu yang bisa melakukannya karena hanya rindulah yang menjadikan
denting waktu bagaikan abu.
Saat rindu mulai hadir
dan menyapa, segalanya jadi terasa begitu lama. Suara detak jantung terdengar
semakin keras. Gemericik hujan berubah diam tanpa suara, rintik air yang jatuh
melambat tanpa sebab, dan hujan pun menjadi terasa semakin sendu. Lantunan
musik cadas nan keras terdengar seperti musik instrumental lembut dan romantis
di telinga. Ah, semua itu bisa terjadi hanya karena rindu yang memang syahdu.
Kamu tau, rindu selalu bisa membuat pilu. Pada rindu yang seringkali menyapa dalam di relung hati, tak semestinya kita mendendam. Rindu tak pernah salah. Rindu itu tak pernah keliru memasuki hati. Pun kita tak seharusnya mengeluh saat ia datang. Biarkan saja. Ia hanya sekedar menyapa agar hati kita tidak gersang lalu kemudian mati rasa. Aku yakin, rindu tak menginginkan hal itu karena rindu itu baik.
Berbalas sapa dengan rindu, tidak ada salahnya. Anggap saja sebagai usaha agar rindu dan hati kita sendiri nyaman. Waktu memberikan kesempatan pada hati untuk menikmati 'rasa' yang dihadirkan rindu disetiap masanya.